Sabtu, 23 Juni 2018

PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN BENTUK KOTA BONDOWOSO

PERKEMBANGAN KOTA   
Teori Central Place dan Urban Base merupakan teori mengenai  perkembangan  kota yang paling populer dalam menjelaskan perkembangan kota-kota. Menurut teori central place seperti yang dikemukakan oleh Istilah perkembangan kota (urban development) dapat diartikan sebagai suatu perubahan menyeluruh, yaitu yang menyangkut segala perubahan di dalam masyarakat kota secara menyeluruh, baik perubahan social ekonomi, social budaya, maupun perubahan fisik (Hendarto, 1997). Pertumbuhan dan perkembangan kota pada prisipnya menggambarkan proses berkembangnya suatu kota. Pertumbuhan kota mengacu pada pengertian secara kuantitas, yang dalam hal ini diindikasikan oleh  besaran faktor produksi  yang  dipergunakan  oleh  sistem ekonomi kota tersebut. Semakin besar produksi berarti ada peningkatan permintaan yang meningkat. Sedangkan perkembangan kota mengacu pada kualitas, yaitu proses menuju suatu keadaan yang bersifat pematangan. Indikasi ini dapat dilihat pada struktur kegiatan perekonomian dari primer kesekunder atau tersier. Secara umum kota akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan melalui keterlibatan aktivitas sumber daya manusia berupa peningkatan jumlah penduduk dan sumber daya alam dalam kota yang bersangkutan (Hendarto, 1997).
Pada umumya terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi perkembangan kota, yaitu: 
a.  Faktor penduduk, yaitu adanya pertambahan penduduk baik disebabkan karena pertambahan alami maupun karena migrasi.
b.   Faktor sosial ekonomi, yaitu  perkembangan kegiatan usaha masyarakat
c.   Faktor sosial budaya, yaitu  adanya perubahan pola kehidupan dan tata cara masyarakat akibat pengaruh luar, komunikasi  dan  Christaller (dalam Daldjoeni, 1992), suatu kota berkembang sebagai  akibat  dari  fungsinya  dalam  menyediakan  barang  dan jasa untuk daerah  sekitarnya 
Teori Urban Base juga menganggap bahwa perkembangan kota ditimbulkan dari fungsinya dalam menyediakan barang kepada daerah sekitarnya juga seluruh daerah di luar  batas-batas kota tersebut. Menurut teori ini, perkembangan ekspor akan secara langsung mengembangkan pendapatan kota. Disamping itu, hal tersebut akan menimbulkan pula perkembangan industri-industri yang menyediakan bahan mentah dan jasa-jasa untuk industri-industri yang memproduksi barang ekspor yang selanjutnya akan mendorong  pertambahan  pendapatan  kota  lebih  lanjut (Hendarto, 1997).

       BENTUK KOTA  
      Menurut Conzen dalam Birkhamshaw, Alex J and Whitehand (2012), morfologi kota memiliki tiga komponen yaitu Ground Plan (pola jalan, blok bangunan), bentuk bangunan (tipe bangunan) dan utilitas lahan/bangunan. Bentuk-bentuk kota dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu bentang alam atau geografis, transportasi, sosial, ekonomi dan regulasi. Analisa bentuk kota meliputi:
a.    Bentuk-bentuk  kompak  Terdiri  atas  bentuk  bujur sangkar  (the square cities), bentuk empat persegi  panjang  (the rectangular cities), bentuk  kipas (fan shaped cities),  bentuk bulat (rounded cities), bentuk pita (ribbon shaped cities), bentuk gurita atau bintang (octopus/star shaped cities), bentuk tidak berpola (unpatterned cities).
b.   Bentuk-bentuk tidak kompak Terdiri atas bentuk terpecah (fragmented cities), bentuk berantai (chained cities), bentuk terbelah (split cities), bentuk stellar (stellar cities). 

Gambar Bentuk-bentuk kota 
Sumber: Hadi Sabari Yunus (2000)
             
PERKEMBANGAN MORFOLOGI KOTA BONDOWOSO        
Perkembangan kota bondowoso, ditinjau dari aspek penggunaan lahanya kota bondowoso  rata- rata penggunaan lahannya yaitu dari awal dari sektor perkebunan dan pertanian yang melimpah seperti perkebunan kopi, perkebunan singkong, tanam padi dll yang mendukung percepatan pembangunan di kota bondowoso. Sesuai visi Kabupaten Bondowoso yaitu Mewujudkan Kabupaten Bondowoso Sebagai Kawasan Agribisnis yang Maju, religius, Adil dan Makmur (RPJPD Kab.Bondowoso 2005-2025. Sementara perkembangan fisik kota Bondowoso, Menurut Spiro Kostof (1991), perkembangan kota dibedakan mejadi 2 kategori, yaitu planned dan unplanned. Bondowoso merupakan salah satu kota yang memiliki perkembangan kota secara planned, hal ini dilihat dari letak pusat kota yang jelas, yaitu berada di area alun-alun dan sekitarnya. Jika dilihat dari pola jaringan jalan bondowos, bondowoso jaringan jalan yaitu pola jaringan jalan grid di karenakan jalur utama jaringan jalan bondowoso lurus dan rute-rute pararel dengan interval yang terartur dan bersilangan dengan kelompok rute-rute yang lainnya mempunyai karakteristik sama, yang dimana pola ini pola jaringan yang di rencanakan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini mengenai jaringan jalan di kota bondowoso.

Gambar  Peta Jaringan Jalan Kota Bondowoso
 
Melihat dari aksesibilitas jalan yang terencana, akan berdampak pada perkembangan penduduk karena ekspansi kota mengikuti jalur transportasi (Hoyt, 1998). Hal ini dapat di lihat pada gambar di bawaah ini mengenan perkembangan penduduk bondowoso dari tahun 2007-2018.

Sebelah kanan peta 2007 dan Sebalah kiri peta 2018

              Dilihat dari gambar diatas telah menunjukan perkembangan penduduk Kota Bondowoso yang dimana semakin meluas. Tepatnya di jalan Letjen Karsono No.1 dapat dilihat bahwa terjadinya perkembangan penduduk, hal ini dikarenakan letaknya yang strategis dekat dengan pusat kota dan harga lahan tersebut sangat mahal karena lahan tersebut dekat dengan pusat Kota Bondowoso.

                 BENTUK MORFOLOGI KOTA BONDOWOSO
Pembentukan morfologi kota melalui proses yang sangat panjang dan terus mangalami perkembangannya dari waktu ke waktu. Setiap perubahan fisik kawasan memiliki arti serta manfaat yang sangat berharga bagi penanganan perkembangan suatu kawasan kota.
Kota Bondowoso merupakan kota yang memiliki bentuk kota seperti gurita, hal ini karenakan hal ini dapat dilihat dari bentuk daerah perkembangannya yang berasal dari gabungan bentuk / pola pita yang meluas sehingga berbentuk seperti gurita.  
Peta citra Bondowoso dan Bentuk pola Gurita

                 ELEMEN-ELEMEN PEMBENTUK KOTA BONDOWOSO
Elemen-elemen pembentuk Kota Bondowoso yaitu Tataguna Lahan, Bentuk dan Kelompok Bangunan, Ruang terbuka, Parkir dan srikulasi, dan Penandaan( landmark). Yang akan dijabarkan di bawah ini :
          A.Tata Guna lahan
    Penggunaan lahan dalam suatu wilyah dapat menggambarkan suatu aktivitas penduduk yang ada di wilayah tersebut dan dominasi penggunaan lahan di suatu kawasan akan memberikan fungsi tertentu pada kawasan tersebut. Pola penggunaan lahan pada umumnya di bagi menjadi dua kelompok yaitu lahan terbangun dan lahan tidak terbangun. Lahan terbangun meliputi permukiman, perkantoran/bangunan dan fasilitas umum. Sedangkan untuk lahan tidak terbangun meliputi sawah, tegalan, kolam dan perkebunan.
Penggunaan lahan yang mendominasi di kota bondowoso yaitu lahan tidak terbangunannya yang dimana lahan tersebut meliputi sawah seluas 323,56 km2 atau 20,74% luas wilayah, tegalan 432,77 km2 atau 27,74% dari luas wilayah dan perkebunan 88,61 km2 atau 5,68% luas wilayah. Untuk permukiman dan  lainnya  83,61 km2 atau 4,67% luas wilayah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat peta di bawah ini.
Peta Daerah terbangun Kota Bondowoso

Untuk Struktur tata ruang kota yang berhubungan erat dengan guna lahan kotanya yaitu Kota Bondowoso memiliki tata ruangg kota Teori Konsentrisnya yang dikemukakan EW.Burks. Yang dimana CBDnya berada di tengah pusat kota Bondowoso yang dimana pusat kotanya adalah alun-alun kota Bondowoso. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Peta Kondisi Existing

                 B. Bentuk dan Kelompok Bangunan

Sejarah yang dialami oleh sebuah kota menimbulkan tipologi yang berbeda dari kota-kota lainnya. Seperti Kota Bondowoso yang memiliki corak bangunan colonial karena adanya sejarah dengan Pemerintahan Belanda. Bangunan-bangunan colonial / bangunan peninggalan belanda masih ada dan dijaga sebagai sumber historis sebuah kawasan. lokasi yang masih memiliki sense bangunan dengan corak kolonialisme peninggalan belanda yang ada di kota bondowoso adalah stasiun kereta api yang berada di jalan iman bonjol Bondowoso yang sekarang telah menjadi museum kerata api Bondowoso, Gerdu penurun tegangan listrik peninggalan Belanda di Jalan Ahmad Yani masih terjaga kelestariannya, Dan Bangunan Kalisat Jampit Bondowoso yang di kelilingi perkebunan Kopi, bangunan kalisat jampit merupakan rumah peninggalan colonial belanda dan bangunan lainnya peninggalan colonial belanda seperti kantor bank jatim yang dulunya kantor Bupati Bondowoso lokasinya di jalan Letjen Karsono No.1 dan juga lapas klas II Bondowoso yang lokasinya di jalan Jaksa Agung Suprapto No.5 Bondowoso.
Gambar Bangunan peninggalan klonial Belanda

            C.   Ruang Terbuka

    Kota Bondowoso memiliki ruang terbuka yang menjadi place, dari hasil observasi yang telah di lakukan, Bondowo hanya memiliki satu ruang tebuka yang menjadi place  yaitu alun-alun kota Bondowoso, hal itu di karena alun-alun kota bondowoso tersedia sarana fasilitas untuk masyarakat menggunakannya seperti tempat latian menari adat, tempat rekreasi, dan juga tempat ruang terbuka hijau di pusat kota bondowoso. 

Ruang Terbuka  di Bondowoso ( Alun-alun Kota Bondowoso)

           D.   Parkir dan sirkulasi 

   Sirkulasi merupakan salah satu elemen yang dapat mengontrol pola kegiatan kota. Elemen lain yang erat kaitannya dengan sirkulasi adalam area parkir. Sehingga dalam perancangan sebuah kota sebaiknya memiliki tempat parkir yang tidak mengganggu jalannya kegiatan disekitar kawasan. Kota Bondowoso memiliki area parkir yang baik namun di pusat kotanya bondowoso yaitu tepatnya di alun-alun kota bondowoso masih banyak pengendara bermotor yang parker di tepi pedestrian alun-alun kota Bondowoso, Yang mengakibatkan kemacetan akibat pengalihan guna jalan sebagai tempat parkir. 
Contoh Sirkulasi dan parkir Kota Bondowoso

         E.   Penandaan (Lanmark)
 Penandaan (Landmark) biasanya merupakan benda fisik yang didefinisikan dengan sederhana seperti: bangunan, tanda, toko, atau pegunungan. Beberapa landmark adalah landmark-landmark jauh, dapat terlihat dari banyak sudut dan jarak, atas puncak-puncak dari elemen yang lebih kecil, dan digunakan sebagai acuan orintasi. Kota Bondowoso sendiri memiliki beberapa tanda sebagai pengenal kota yaitu Alun-alun Kota Bondowoso, Monumen Gerbong Maut, Tugu Kembang Kademangan, Dan Tugu adiputra Bondowoso dan paparannya di bawah ini: 
   a.    Alun-alun Kota Bondowoso
Alun Alun Bondowso ini memiliki bentuk yang cukup umum seperti alun alun pada umumnya. Dengan sisi sisi nya yang dikelilingi LAPAS, Masjid, Pendopo dan Kantor Bupati. Desain ini sudah dikenal sejak jaman belanda sehingga daya tarik alun alun selalu menjadi pusat kasan untuk titik kumpul di suatu perkotaan.
Alun-alun Bondowoso
   b. Monumen Gerbong Maut         
Monumen Gerbong Maut sebenarnya tidak memiliki tanda atau arahan untuk menuju kesana. Namun karena bentuk yang berbeda dengan yang lainnya dan juga keunikan dan kekhasan yang mengukir pada Monumen ini sebenarnya yang dapat diingat oleh masyarakat


Monumen Gerbong MautDesain 
  c. Tugu Kembang Kademangan
Tugu ini menyerupai Bunga yang mekar Dengan Warna Jingga pada pilarnya dan Kelopak Bunga berwarna Hijau. Tugu ini tidak terlalu memiliki bentuk dan visual terlalu kuat, tetapi tugu ini merupakan persimpangan dari dua arah yaitu arah kota dan arah utara (Situbondo, Banyuwangi, dll) yang disatukan menuju jalan Imam Bonjol menuju arah Jember. Sehingga tugu ini merupakan titik pertemuan yang mendukung bentuk Tugu Kembang Kademangan.
Tugu Kembang kademangan
  d.Tugu adiputra Bondowoso
Tugu Adipura ini merupakan pintu masuk menuju kota Bondowoso dari arah Selatan (Jember,Lumajang,dll). Tugu berbentuk bagai piagam untuk kota Bondowoso atas pencapainnya menjadi kota dengan berwawasan Lingkungan. Tugu ini sangat mudah diingat bagi seseorang yang baru masuk kota bondowoso karena tugu ini adalah persimpangan dari berbagai arah sehingga seseoranga jika ingin keluar masuk kota bondowoso, khususnya lewat selatan akan  bertemu tugu ini.
Tugu adiputra Bondowoso

Di Bawah ini akan saya sajikan 2 video tentang Kota Bondowoso dan vidio Kota Bondowoso menggunakan Google earth :

Sumber dari youtube https://www.youtube.com/watch?v=bAUm6CHrODI&t=37s



Sumber dari Google Earth


Kesimpulan
Perkembangan Morfologi Kota Bondowoso yaitu ditinjau dari aspek penggunaan lahanya dan jaringan jalannya. yaitu pola jaringan jalan grid di karenakan jalur utama jaringan jalan bondowoso lurus dan rute-rute pararel dengan interval yang terartur dan bersilangan dengan kelompok rute-rute yang lainnya mempunyai karakteristik sama, yang dimana pola ini pola jaringan yang di rencanakan. Sementar dari bentuk Morfologi Kotanya, Bondowoso bentuk morfologi kotanya adalah seperti gurita di karenakan daerah perkembangannya yang berasal dari gabungan bentuk/pola pita yang meluas sehingga berbentuk seperti gurita.
Elemen-elemen pembentuk Kota Bondowoso yaitu Tataguna Lahan, Bentuk dan Kelompok Bangunan, Ruang terbuka, Parkir dan srikulasi, dan Penandaan(landmark). Penggunaan lahan yang mendominasi di kota bondowoso yaitu lahan tidak terbangunannya yang dimana lahan tersebut meliputi sawah, tegalan dan perkebunan. Untuk Struktur tata ruang kota yang berhubungan erat dengan guna lahan kotanya yaitu Kota Bondowoso memiliki tata ruang kota Teori Konsentris Yang dimana CBDnya berada di tengah pusat kota Bondowoso. 


#Mohon maaf bila ada kekurangan penjelasan, Terimakasih Semoga bermanfaat :)

Lucky master

F6E4WKR https://krash.cc/F6E4WKR